©2018 by XSPACE Ventures | Powered by Farbeat Solutions

Benefits for All

Tulang Kata Mewakili sebuah kolektif rahsia "Tastas Class of Poets" (2017), perjalanan puisi Tulangkata bermula sejak Jun 2014 apabila tampil membedah lirik-lirik lagu Imran Ajmain untuk sebuah program podcast "Puisi Tak Berlagu"; sebelum buku pertamanya, "99 Puisi" terbit beberapa bulan setelah itu ketika berumur 19 tahun.
 

Buku keduanya yang lebih tegas, "41 Lelaki 40 Perempuan" yang terbit pada Ogos 2015 menampilkan eksperimen-eksperimennya dalam penulisan puisi. Pada April 2019 lalu, buku solo ketiga Tulangkata, “Tentang Semalam” pula terbit.

 

Puisi baginya bukan cuma teks, Tulangkata bereksperimen dengan gaya & bentuk malah cara persembahannya. Dari sebuah band akustik kepada sebuah band 'experimental-noise / experimental-poetry'  "Mimpi Rusak" (2015-16) & kini memilih untuk rap pula secara solo. Puisi tak lain tak bukan ialah dokumentasi hidupnya mencari nilai-nilai & hikmah kejadian.